Tiga Bersaudara di Dumai Bergantian Seragam Sekolah, Kisahnya Bikin Hati Tersentuh

Tiga Bersaudara di Dumai Bergantian Seragam Sekolah, Kisahnya Bikin Hati Tersentuh

DUMAI — Di tengah deretan tangki industri dan pipa minyak yang menjulang di Kota Dumai, masih ada kisah pilu yang menggugah hati. Tiga adik beradik terpaksa bergantian memakai satu set seragam sekolah demi tetap bisa belajar.
 

Kisah memilukan ini mencuat setelah Ketua DPC Partai Gerindra Kota Dumai, Johannes MP Tetelepta, bersama jajaran pengurus menyambangi rumah sewaan keluarga Ibu Heni di Jalan Muslim Gang Damai, Kelurahan Jaya Mukti, Dumai Timur, Jumat (6/2/2026).
 

Ironisnya, kondisi keluarga ini justru pertama kali diketahui oleh DPP Partai Gerindra di Jakarta sebelum sampai ke tingkat daerah.
 

“Kami merasa ini tamparan bagi kita semua di Dumai. Bagaimana persoalan serius seperti ini bisa luput dari perhatian,” ujar Johannes yang akrab disapa Achi, Sabtu (7/2/2026).
 

Hidup dari Rp30 Ribu per Hari
 

Kehidupan keluarga Ibu Heni jauh dari kata layak. Sang suami sakit, sementara Ibu Heni harus bekerja serabutan dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari untuk menghidupi keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.
 

Dalam kondisi serba terbatas, Azka dan dua adiknya tetap bersekolah. Namun karena keterbatasan ekonomi, mereka harus bergantian memakai seragam.
 

“Dengan kondisi seperti itu, mereka tetap berjuang sekolah. Ini yang membuat kami tersentuh dan merasa keluarga ini sangat pantas dibantu,” kata Achi.
 

Gerindra Janji Tanggung Pendidikan dan Modal Usaha
 

Kedatangan pengurus DPC Gerindra Dumai membawa kabar baik bagi keluarga tersebut. Mereka memastikan seluruh kebutuhan pendidikan ketiga anak itu akan dipenuhi.
 

Tak hanya itu, bantuan lanjutan juga disiapkan untuk membantu ekonomi keluarga, termasuk rencana pemberian modal usaha agar keluarga Ibu Heni memiliki sumber penghasilan yang lebih layak.
 

“Kami ingin memastikan keluarga ini punya kehidupan yang lebih baik ke depan. Bantuan akan segera diserahkan dalam waktu dekat,” jelasnya.
 

Ajakan Peduli Sesama
 

Achi menegaskan, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
 

“Bukan hanya pemerintah, masyarakat yang mampu juga harus hadir membantu. Minimal melaporkan jika ada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
 

Ia menutup dengan menegaskan komitmen partainya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
 

“Gerindra hadir untuk rakyat, dan akan selalu bersama rakyat,” pungkasnya.
 

Kisah tiga bersaudara ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan kota industri, masih ada warga yang berjuang keras demi pendidikan anak-anaknya. Sebuah realita yang mengetuk kepedulian banyak pihak.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index