Erwin Sitompul Bongkar Data Kemendagri: MBG Tak Gerus PAD Riau, Justru Hemat APBD Rp45 Miliar

Erwin Sitompul Bongkar Data Kemendagri: MBG Tak Gerus PAD Riau, Justru Hemat APBD Rp45 Miliar

PEKANBARU – Polemik mengenai dugaan dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau mendapat tanggapan dari mantan Aktivis 98 sekaligus pejuang pendidikan, Erwin Sitompul. 

Ia menegaskan bahwa data dan hasil verifikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuktikan Program MBG tidak menyebabkan penurunan PAD Riau, bahkan memberikan keuntungan fiskal yang signifikan bagi daerah.
 

Menurut Erwin, hasil klarifikasi dan verifikasi yang dilakukan Kemendagri menunjukkan tidak terdapat hubungan sebab akibat antara pelaksanaan Program MBG dengan menurunnya pendapatan daerah, khususnya dari sektor retribusi kantin sekolah.
 

"Saya sepakat dengan hasil kajian dan verifikasi yang dilakukan Kemendagri. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa tidak ada fakta yang membuktikan Program MBG menyebabkan penurunan PAD Provinsi Riau. Bahkan, program ini justru menghasilkan efisiensi APBD sekitar Rp45 miliar per tahun," kata Erwin, Kamis (25/6/2026).
 

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kemendagri, target Retribusi Kantin Sekolah Tahun Anggaran 2026 hanya sebesar Rp950 juta, atau sekitar 0,018 persen dari total target PAD Provinsi Riau yang mencapai Rp5,24 triliun.
 

Dengan kontribusi yang sangat kecil tersebut, Erwin menilai tidak tepat apabila retribusi kantin sekolah dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Program MBG berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah.
 

"Kalau kita melihat data secara menyeluruh, kontribusi retribusi kantin sekolah terhadap PAD sangat kecil. Karena itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Program MBG merugikan keuangan daerah," ujarnya.
 

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan bahwa data prognosis yang ditelaah Kemendagri justru menunjukkan penerimaan Retribusi Kantin Sekolah hingga akhir Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai Rp1,15 miliar, atau sekitar 121,05 persen dari target yang ditetapkan.
 

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa penerimaan dari sektor tersebut tidak mengalami penurunan, melainkan diproyeksikan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
 

"Artinya, retribusi kantin sekolah bukan hanya tidak turun, tetapi bahkan diperkirakan melebihi target. Ini menunjukkan bahwa informasi yang berkembang sebelumnya perlu ditinjau kembali berdasarkan data yang lengkap dan objektif," jelasnya.
 

Sebagai pejuang pendidikan, Erwin juga menilai Program MBG memiliki dampak positif yang luas terhadap dunia pendidikan. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, program tersebut juga meringankan beban anggaran pemerintah daerah, terutama bagi sekolah berasrama dan sekolah binaan yang sebelumnya mengalokasikan biaya makan siswa melalui APBD.
 

"Dari sisi pendidikan, program ini sangat baik karena mendukung kebutuhan gizi siswa. Dari sisi keuangan daerah, pemerintah juga memperoleh efisiensi anggaran sekitar Rp45 miliar per tahun yang dapat dialihkan untuk program pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan lainnya," katanya.
 

Erwin berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan tersebut secara objektif dengan mengedepankan data dan fakta agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
 

"Kita harus menjadikan data dan fakta sebagai dasar dalam menyampaikan informasi kepada publik. Hasil verifikasi Kemendagri sudah sangat jelas bahwa Program MBG tidak menurunkan PAD Riau dan justru memberikan manfaat bagidaerah," tutupnya.***
 

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index