Viral! Gegara Uang Tips Pelayan dan Pengunjung Restoran Berkelahi

GAYA HIDUP47 Dilihat

JAKARTA – Bagi beberapa orang, makan di restoran mungkin menjadi salah satu bentuk kebahagiaan. Mereka bisa bersantai, menikmati hidangan enak, dan mendapat pelayanan memuaskan.

Dikutip dari detik com, Video aksi ricuh di restoran ini tengah mencuri perhatian banyak orang di media sosial. Pada video, pelayan terlihat baku hantam dengan pelanggan karena tip Rp 177 ribu.

Sayang sekali, akhir-akhir ini banyak kejadian heboh yang terjadi di restoran. Masalah tersebut seringkali melibatkan pihak pelayan restoran dengan pengunjung.

Terkadang pengunjung merasa tidak puas dengan pelayanan, rasa hidangan, atau harga makanan di restoran. Di sisi lain, pelayan juga kerap menemukan pengunjung yang bersikap seenaknya di restoran. Namun, kejadian terbaru ini dipicu masalah tip.

Awalnya ada sebuah rombongan, terdiri dari 15 orang yang pergi makan malam ke Float Restaurant yang terletak di Spectrum Mall, Noida, India. Seperti pengunjung pada umumnya, rombongan ini memesan makanan dan minuman di sana.

Semuanya berjalan normal, sampai tagihan makan mereka keluar. Rombongan itu terkejut melihat total tagihan makan mereka.

Bukan karena pesanan makan yang salah, melainkan karena ada tambahan biaya tip dengan nominal cukup besar.

Seperti yang dilaporkan hindustantimes.com (20/06), seorang komisioner polisi di Noida, Harish Chander mengungkap, “Argumen panas terkait biaya layanan tambahan mulai muncul ketika mereka hendak memproses tagihan makan.”

Kericuhan ini pun terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial. Jika dilihat dari video, masalah yang terjadi bukan sebatas argumen atau adu mulut saja, melainkan juga kekerasan fisik dan verbal.

Berdasarkan laporan dari Jitendra Singh, kejadian ini terjadi pukul 9 malam. Rombongan itu melakukan reservasi melalui pihak ketiga. Mereka melakukan reservasi dengan tujuan untuk merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarga.

Rombongan ini bisa mendapat diskon 50% jika melakukan reservasi dari aplikasi. Tagihannya sudah dipotong diskon, tetapi pelayan menambah tagihan jasa layanan ke dalam bon mereka. Melihat hal tersebut, rombongan ini tidak terima dan tidak mau membayar. Akhirnya keributan mulai terjadi.

Pihak restoran juga menceritakan kejadian ini dari sisi mereka. Menurut salah satu perwakilan, pertikaian itu terjadi karena tagihan biaya jasa layanan sebesar ₹970 (Rp 177 ribu).

Sepertinya, rombongan ini tidak terima dengan biaya tambahan itu. Sekalipun tagihan makan sudah dikurangi diskon 50%, mereka tetap bersikeras tidak mau bayar.

Bukan masalah tagihan yang tidak dibayar saja, melainkan juga kerusakan tambahan pada properti restoran. Perwakilan restoran mengungkap, banyak staf yang terluka akibat pertikaian itu.

Menanggapi masalah ini, presiden Asosiasi Restoran Nasional India (Bagian Noida) berkomentar tentang peningkatan frekuensi insiden kemarahan pelanggan.

“Tanggung jawab kami sebagai asosiasi restoran yaitu untuk memastikan keselamatan semua pihak, termasuk staf restoran. Bagi kami, pelanggan adalah dewa, tetapi tetap harus saling menghargai,” pungkasnya.

Biaya layanan atau service charge ini memang sudah lama menjadi perdebatan. Selama satu tahun, pemerintah dan perwakilan konsumen setuju jika biaya layanan illegal, meski restoran mengklaim itu merupakan praktik yang biasa dilakukan industri hospitality.***

Editor: Redaksi

Komentar