oleh

Wasnaker selidiki pekerja diduga tewas kesetrum di PT Meridan Dumai

Loading...

DUMAI – Insiden kecelakaan kerja berujung kematian terjadi lagi di Dumai. Kali ini diduga menimpa seorang pekerja berinisial.Z kesetrum di areal kerja PT Meridan Sejati Surya Plantation di Kecamatan Sungai Sembilan pada Rabu (13/10) kemarin.

Informasi dihimpun, korban Z kesetrum aliran listrik diduga kelalaian dalam penerapan kesehatan keselamatan kerja ini sempat dilarikan ke RSUD Dumai untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawa tidak tertolong.

Koordinator Satuan Pelaksana Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Dumai Agustiawirman menyebut sudah mengetahui kejadian ini dari pemberitaan media, dan akan melakukan penyelidikan terkait kronologis lakakerja itu.

“Kita taunya juga dari media, dan pengawas sudah turun ke lokasi pabrik, namun untuk hasil investigasi kita laporkan ke pimpinan,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (15/10).

Loading...

Dijelaskan, Satpel Wasnaker Dumai melakukan investigasi ke lokasi insiden di Kelurahan Bangsal Aceh itu untuk mengetahui kronologis kejadian dan penanganan korban oleh perusahaan.

Sementara, Humas PT Meridan Sejati Surya Plantation Asmadi dikonfirmasi wartawan pada Kamis (14/10) kemarin dihubungi lewat telepon dan pesan whatsapp untuk mempertanyakan laka kerja ini tidak memberikan jawaban.

Ketua Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal atau FAP Tekal Dumai Ismunandar menyebutkan korban meninggal dunia akibat kesetrum ini bertempat tinggal di Jalan Kelakap Tujuh dan sudah dibawa pulang ke kampung halaman di Payakumbuh Sumatera Barat.

Aktivis perburuhan Dumai ini juga menyampaikan rasa turut berduka cita atas kejadian lakakerja itu, dan meminta pihak terkait agar mengusut tuntas peristiwa ini dan akan mengawal penanganan lebih lanjut serta hak yang harus diterima ahli waris.

“Kami akan awasi dan pantau penanganan lakakerja ini. Diharap perusahaan dapat terbuka dan menyelesaikan hak atas korban. Kami siap meributkan jika tidak tuntas,” kata Ketua FAP Tekal Dumai Ismunandar. rd

Loading...

Komentar

READ MORE