Satnarkoba Polres Pekanbaru Hadapi Sidang Praperadilan Terkait Penetapan Status Hukum

Nasional, Peristiwa17 Dilihat
Loading...

PEKANBARU – Satuan Reserse Narkotika Kepolisian Resor Kota Pekanbaru hadapi kuasa hukum tersangka Akhmad Mauluddin (AM) dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait penetapan status hukum.

Koordinator tim kuasa hukum pemohon Noor Aufa SH CLA mengatakan, penetapan status tersangka dan penahanan kepada AM dinilai tidak sah secara hukum karena belum ada minimal dua alat bukti, sehingga tidak setuju dengan ditersangkakan atas dugaan penyalahgunaan narkotika.

Loading...

Sidang praperadilan di PN Pekanbaru sudah memasuki persidangan kedua pada Senin (15/6) dipimpin Hakim Tunggal Mangapul SH MH, didampingi Panitera Pengganti Victoria dan dihadiri tim kuasa pemohon serta tim kuasa hukum termohon, dengan agenda pembacaan isi permohonan.

Dalam permohonan, tim kuasa hukum pemohon menyampaikan proses penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka AM adalah tidak sah secara hukum.

“Penetapan tersangka seharusnya dengan minimal dua alat bukti sehingga seseorang tersebut bisa dijadikan tersangka,” kata Aufa kepada pers, Senin (15/6).

Selaku kuasa hukum, lanjut Aufa, melihat termohon dalam hal ini belum atau tidak memiliki dua alat bukti guna penetapan tersangka sehingga diminta agar termohon pada persidangan praperadilan menunjukkan minimal dua alat bukti sebagaimana diatur dalam KUHAP.

“Apalagi perkara yang disangkakan kepada pemohon AM ini bukanlah tertangkap tangan, melainkan pengembangan dari perkara tersangka lain,” sebut Aufa yang juga Ketua DPD Federasi Advokat RI Provinsi Riau ini.

Dalam persidangan, lanjutnya, setelah dibacakan permohonan, tim kuasa hukum termohon meminta waktu kepada pimpinan sidang untuk memberikan jawaban atas permohonan pra peradilan ini. rls/jok

Loading...

Komentar