Keluarga Berterimakasih, Cak Nun Sudah Sembuh Usai Dirawat di RS Imbas Pendarahan Otak

GAYA HIDUP36 Dilihat

JAKARTA – Budayawan Cak Nun sudah sembuh usai sempat dirawat di RS imbas pendarahan otak, Keluarga budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun beserta keluarga besar Maiyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan kesembuhan Cak Nun.

“Kami Cucu-Cucu Simbah dari keluarga besar Maiyah, dan keluarga Cak Nun, menyampaikan penghargaan mendalam kepada semua yang telah berdoa untuk Mbah Nun di rumah sakit maupun di manapun,” demikian bunyi keterangan resmi dari Progress Management, selaku Sekretariat Emha Ainun Nadjib dan KiaiKanjeng, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (10/07).

Bagi mereka, sumbangan doa ini semua adalah penguat dalam menghadapi masa yang tidak mudah ini.

“Buya Yahya, Pak Ismail Yusanto, Mbak Yeni Wahid, Pak Tanto Mendut, dan Bapak Presiden Jokowi telah turut mendoakan beliau, sebagai rasa takzim atas beliau. Doa mereka adalah semangat yang menggairahkan langkah pemulihan Mbah Nun,” lanjut keterangan tersebut.

Keluarga Cak Nun dan Maiyah turut mengapresiasi doa dari para tokoh masyarakat seperti Haddad Alwi, Habib Rizieq Shihab, Habib Alaydrus, Ganjar Pranowo, Gus Mus, Anies Baswedan, Emil Dardak, Lukman Hakim Saifuddin, Syukri Fadholi, Franky Welirang, Busyro Muqoddas, Kaharuddin Djenod, Ustadz Abdul Somad, Sujiwo Tejo, Dik Doank, Hasto Kristiyanto, hingga Muhammad Nuh.

“Mbah Nun dan komunitas Maiyah selalu berusaha mengajarkan kita semua untuk menghargai keberagaman dan bersatu dalam kemanusiaan, dan doa-doa Anda semua membuktikan bahwa semangat tersebut masih sangat hidup dan kuat dalam hati kita semua,” tulisnya.

“Kami, sebagai Cucu-Cucu Simbah dan keluarga Cak Nun, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala doa dan dukungan Anda. Kita semua berdoa agar Mbah Nun segera pulih dan dapat kembali bersama kita semua,” tutup keterangan tersebut.

Cak Nun selama ini dikenal sebagai tokoh keagamaan, aktivis, penyair, dan budayawan. Ia Lahir di Menturo, Sumobito, Jombang, Jawa Timur pada 27 Mei 1953.

Ia aktif menggelar acara pengajian dan menginisiasi masyarakat Maiyah melalui acara Sinau Bareng. Kegiatan ini dilakukan hingga ke berbagai daerah Indonesia.

Cak Nun sempat menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta usai tak sadarkan diri sesaat setelah bangun tidur pada Kamis (6/7) pagi. Koleganya menduga Cak Nun mengalami pendarahan otak usai kelelahan di tengah aktivitasnya dan faktor usia yang sudah tak lagi muda.***

Editor: Redaksi

Komentar