Fokus ke Video, Twitter Mau Rombak Bisnis

TEKNOLOGI41 Dilihat

JAKARTA – Dalam salah satu slide presentasi disebutkan bahwa saat ini pengguna Twitter saat ini menghabiskan 10% waktunya melihat video vertikal.

Twitter berencana untuk memfokuskan pengembangannya layanannya ke video, kreator konten, dan juga kerja sama komersial untuk meremajakan bisnis media sosialnya.

Dikutip dari dertik.com, Hal ini diketahui dari presentasi Elon Musk dan CEO Twitter Linda Yaccarino ke investor Twitter yang diterima oleh Reuters. Langkah ini diambil untuk memperluas cakupan Twitter dari sekadar media sosial yang juga menjajakan iklan digital.

Yaccarino, yang baru diangkat jadi CEO pada 5 Juni lalu, bertemu dengan investor Twitter Kamis (15/6). Ia menyebut Twitter sudah memulai pembicaraan dengan tokoh politik dan hiburan, layanan pembayaran, publisher media, dan lainnya untuk melihat potensi kerja sama.

Menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini, Ini adalah pertama kalinya bagi Yaccarino untuk bertemu dengan sejumlah investor Twitter.

Kehadiran Yaccarino ini mungkin adalah sebuah babak baru bagi Twitter, setelah berbulan-bulan sebelumnya “diacak-acak” oleh Elon Musk, yang mengakuisisi Twitter pada Oktober 2022 lalu. Dari mulai PHK ribuan pegawai, ditinggal pengiklan besar, dan berbagai masalah lain termasuk moderasi konten.

Meski mengaku punya fokus baru, diangkatnya Yaccarino menjadi CEO ini mungkin tetap menjadi tanda bahwa iklan digital merupakan prioritas bagi Twitter. Pasalnya Yaccarino sebelumnya adalah eksekutif yang memodernisasi penjualan iklan di NBC Universal.

Mungkin harapannya adalah kehadiran Yaccarino ini bisa memperbaiki hubungan Twitter dengan sejumlah pengiklan besar yang sempat menyetop pemasangan iklan di platform tersebut, misalnya Warner Bros, McDonald’s, dan Walmart.

Saat baru diangkat menjadi CEO Twitter, Yaccarino langsung angkat bicara. Dalam cuitannya di Twitter, Yaccarino buka suara untuk pertama kalinya sejak diumumkan sebagai pengganti Musk. Sebagai CEO Twitter, Yaccarino akan fokus pada bisnis, sedangkan Musk akan fokus pada produk dan teknologi baru.

“Saya telah terinspirasi oleh visi Musk untuk menciptakan masa depan yang lebih besar. Saya sudah tidak sabar membantu membawa visi ini ke Twitter dan mengubah bisnis ini bersama-sama!” tulisnya di kicauan tersebut.***

Editor: Redaksi

Komentar