Erdogan Menang Jadi Presiden Turki 3 Periode, Putin Hingga Joe Biden Ucapkan Selamat

BERITA37 Dilihat

ANKARA – Recep Tayyip Erdogan berhasil mempertahankan kekuasaannya hingga tahun 2028. Presiden Amerika Serikat Joe Biden hingga Presiden Rusia, Putin mengucapkan selamat kepada Erdogan yang menang pemilu putaran kedua pada Minggu (28/5/2023).

Presiden Joe Biden memyebut sebagai sesama negara Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO), Gedung Putih ingin melanjutkan kerja sama bilateral dengan Turki. AS juga menganggap Turki sebagai sekutu NATO dan mitra yang berharga.

“Sebagai sekutu NATO, saya menantikan melanjutkan kerja sama bilateral dan saling berbagi tantangan global,” ujar Biden dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selain Biden, Presiden Rusia Vladimir Putin juga tak ingin kalah memberikan selamat kepada Erdogan.

“Kemenangan Anda (Erdogan) dalam pemilu kali ini adalah hasil logis dari kerja keras Anda sebagai pemimpin Republik Turki,” sebut Putin melalui pernyataan yang dirilis di situs Kremlin.

Dalam pernyataan itu, Putin bahkan menyebut Erdogan “sahabat”. Ia menilai kemenangan Erdogan adalah “bukti nyata dari dukungan rakyat Turki” atas upaya sang presiden memperkuat kedaulatan negara dan “kebijakan luar negeri yang independen.”

Walau punya perbedaan pandangan soal konflik di Timur Tengah, relasi Putin dan Erdogan semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Temasuk dalam menyikapi invasi Rusia di Ukraina.

Turki bahkan menegaskan tak ingin menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, seperti kebanyakan sekutunya negara Barat.

Ankara juga sudah beberapa kali menjembatani dialog antara Kyiv dan Moskow demi meredam ketegangan invasi Rusia ke Ukraina.

Selain Biden dan Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Kanselir Jerman Olaf Scholz, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron juga melayangkan ucapan serupa.

Pemimpin NATO hingga Uni Eropa juga melayangkan ucapan selamat kepada Erdogan.

Erdogan memenangkan pemilihan umum (pemilu) Turki putaran kedua yang digelar Minggu (28/5/2023).

Hasil pemungutan suara menunjukkan sang petahana sukses meraup 52,14 persen suara. Sementara itu, dalam pemilu kali ini, rival berat Erdogan, Kemal Kilicdaroglu, mengantongi 47,86 persen suara.

Kemenangan ini menandakan masa pemerintahan Erdogan akan berlanjut hingga 2028. Pemilu pada 2023 ini sendiri merupakan yang ketiga kalinya dimenangkan Erdogan selama 20 tahun memerintah Turki.

Sumber: halloriau

Komentar