oleh

PBB Lampaui Target, Bapenda Dumai Optimis Realisasi PAD Tercapai

Loading...

DUMAI – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumai Marjoko Santoso optimis realisasi pendapatan asli daerah dari sejumlah sektor pajak daerah Tahun 2020 dapat tercapai sesuai target ditentukan.

Meski sempat terganggu akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19, namun hal tersebut tidak berpengaruh begitu besar terhadap pendapatan pajak daerah.

Bapenda Dumai juga turut memberikan bantuan insentif kepada obyek pajak dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, insentif tersebut berupa keringanan pajak pada tiga bulan awal atau periode April-Juni dan saat pandemi berlangsung yang diberikan kepada pengelola restoran, perhotelan dan tempat hiburan.

“Kita optimis saja pendapatan daerah bisa tercapai meski sedang menghadapi pandemi COVID-19, karena realisasi pajak daerah tahun ini tidak terganggu, dan bagi objek pajak juga kita berikan insentif atau keringanan membayar pajak hingga 75 persen,” kata Marjoko baru baru ini.

Loading...

Pada akhir November 2020 ini, Marjoko mengatakan, pajak terbesar diperoleh dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkotaan dengan realisasi pendapatan sekitar Rp91.109.727.604,00 atau terealisasi 101.23 persen.

Sedangkan untuk pajak perhotelan dan restoran menyumbang hasil pajak untuk daerah masing-masing sebesar Rp2.937.324.616,00 atau 112,9 persen dan Rp5.936.507.521,00 atau sekitar 97.32 persen.

Untuk sektor pajak hiburan dan reklame turut menghasilkan pajak sebesar Rp786.299.786,00 atau 98,29 persen dan Rp2.015.478.026,00 atau 108,94 persen.

Hasil pajak daerah untuk penerangan PLN dan Non PLN terealisasi sebesar Rp27.942.087.513,00 dengan persentase 92.34 persen dan Rp7.864.511.650,00 atau 98.31 persen.

Kepala Bapeda ini juga menyampaikan, untuk target dan realisasi pendapatan bapenda sudah bertotal sekitar 96.86 persen, dengan waktu yang masih ada maka dia optimis akan mencapai target.

“Pada akhir November ini, pendapatan asli daerah dikelola Bapenda sudah mencapai Rp146.719.207.484,00 atau terealisasi 96.85 perse, dengan waktu yang tersisa kami yakin bisa mencapai target yang sudah ditentukan,” sebutnya.

Namun untuk pajak sarang burung walet belum sepenuhnya dipatuhi oleh pengusaha, oleh sebab itu Marjoko turut mengimbau agar pengusaha segera membayar pajak yang berlaku untuk menghindari denda.

“Seluruh pengusaha yang terdaftar untuk membayar pajak sarang burung walet paling lambat tanggal 15 Desember 2020 untuk menghindari penertiban dan denda,” demikian imbauan Marjoko. rd

Loading...

Komentar

READ MORE