Ditagih Utang, Seorang Ibu Aniaya Anaknya Viral di Medsos

PERISTIWA42 Dilihat

BONE BOLANGO – Senin (3/7/2023), iS berdalih emosi lantaran penagih utang tersebut masuk rumah tanpa izin.

Dikutip Penjurupos dari detiksulsel, Seorang ibu inisial IS (33) di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo yang menganiaya balitanya gegara utangnya Rp 1,3 juta ditagih.

“Kejadian pemukulan dikarenakan IS merasa emosi pemicunya adalah tamu (penagih utang) datang langsung masuk ke dalam rumah tanpa permisi dan langsung marah-marah menagih hutang,” ujar Kapolsek Bone Raya Iptu Fachrudin Nizar.

Fachrudin mengungkapkan pelaku saat itu sudah dalam kondisi kesal lantaran anaknya terus menangis. Emosinya semakin memuncak IS kedatangan tamu yang hendak menagih utang.

“IS juga merasa emosi dikarenakan pada saat kejadian anak balitanya menangis terus menerus,” ungkapnya.

Fachruddin melanjutkan pelaku sempat diamankan ke kantor polisi untuk diperiksa. Kasus ini pun tidak dilanjutkan ke proses hukum setelah dilakukan upaya mediasi.

“Dikarenakan pihak keluarga dan suami pelaku tidak mau melaporkan perihal kejadian tersebut, serta mengingat juga balita yang dipukul pelakunya adalah ibunya sendiri dimana balita tersebut butuh pendampingan dan kasus sayang dari orang tuanya,” katanya.

Kasus ini pun ditangani Unit PPA Polres Bone Bolango bekerja sama dengan Pemkab Bone Bolango. Kedua belah pihak akan memberikan pendampingan.

“Supaya permasalahan tersebut tidak terulang lagi,” jelas Fachruddin.

Sebelumnya diberitakan, IS memukul anaknya yang masih berusia 2 tahun gegara utang senilai Rp 1,3 juta. Peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelaku Desa Alo, Kecamatan Bone Raya pada Sabtu (1/7) sekitar 13.30 Wita.

“Balita (yang dianiaya) itu umur 2 tahun. Motifnya hanya utang, karena ditagih utang oleh penagih. Jadi jumlah utang IS sebanyak Rp 1.300.000,” terangnya.

Dalam video beredar, IS menarik anaknya saat menangis. Saat berdebat dengan penagih utang yang masih merupakan keluarga pelaku, IS tiba-tiba memukul anaknya di bagian wajah.

“IS mengaku memukul anak balitanya sebanyak satu kali dengan tangan terbuka,” jelas Fachruddin.***

Editor: Redaksi

Komentar