Alasan Orang Cenderung Suka Makanan Manis, Begini Kata Ilmuan

GAYA HIDUP46 Dilihat

JAKARTA – Alasan orang cenderung lebih suka mengonsumsi makanan manis dan tinggi kalori, para ilmuwan selidiki.

Dikutip dari detik.com, mereka menemukan ternyata, mengonsumsi bahkan cuma sedikit dari asupan tersebut, bisa mempengaruhi fungsi otak.

Untuk menguji hipotesis tersebut para peneliti di Yale University dan Max Planck Institute for Metabolism Research di Jerman memberi satu kelompok peserta yogurt tinggi lemak dan gula tinggi dua kali sehari selama delapan minggu. Sementara kelompok lain mendapat versi rendah lemak dan rendah gula.

Selain itu, kedua kelompok melanjutkan kebiasaan makan normal mereka.

Pada akhirnya, kelompok yang mengonsumsi yogurt tinggi lemak dan tinggi gula mengatakan bahwa mereka tidak menyukai puding rendah lemak dan tidak menginginkan jus apel rendah gula sebanyak yang mereka konsumsi pada awalnya.

Selanjutnya, para peserta menjalani scan MRI sambil meminum milkshake. Pemindaian menunjukkan bahwa minuman tersebut meningkatkan aktivitas otak pada kelompok yang mengonsumsi yogurt tinggi lemak dan tinggi gula, tetapi tidak pada kelompok lainnya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa camilan berlemak dan bergula mengaktifkan sistem dopamin otak, yang memberi orang perasaan motivasi atau penghargaan.

“Katakanlah sebuah toko roti baru buka di sebelah tempat kerja Anda dan Anda mulai mampir dan menikmati scone setiap pagi. Itu saja dapat mengubah dopamin fundamental dasar Anda,” kata Dana Small, penulis senior studi dan Direktur Pusat Penelitian Diet dan Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Yale.

Studi baru itu kecil: hanya melibatkan 49 orang, semuanya sehat, tidak merokok atau minum obat, dan tidak kelebihan berat badan atau obesitas. Secara keseluruhan, para peserta tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan selama delapan minggu.

Dana mengatakan penelitian ini adalah yang pertama menunjukkan pada manusia bahwa perubahan pola makan yang kecil pun dapat mengubah sirkuit otak dan meningkatkan risiko jangka panjang untuk makan berlebihan atau penambahan berat badan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa obesitas dapat mengubah aktivitas otak orang, dan bahwa orang memiliki keengganan bawaan terhadap makanan pahit dan kecenderungan untuk hal-hal yang terasa manis.***

Editor: Redaksi

Komentar